PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. (“TELKOM”, “Perseroan”, atau “Perusahaan”) adalah penyedia layanan telekomunikasi dan jaringan terbesar di Indonesia. TELKOM menyediakan layanan InfoComm, telepon tidak bergerak kabel (fixed wireline) dan telepon tidak bergerak nirkabel (fixed wireless), layanan telepon seluler, data dan internet, serta jaringan dan interkoneksi, baik secara langsung maupun melalui anak perusahaan.
Pada awalnya di kenal sebagai sebuah badan usaha swasta penyedia layanan pos dan telegrap atau dengan nama “JAWATAN”. Pada tahun 1961 Status jawatan diubah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel),PN Postel dipecah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos & Giro), dan Perusahaan Negara Telekomunikasi (PN Telekomunikasi). Dan pada tahun 1974 PN Telekomunikasi disesuaikan menjadi Perusahaan Umum Telekomunikasi (Perumtel) yang menyelenggarakan jasa telekomunikasi nasional maupun internasional. Pada tanggal 14 November 1995 di resmikan PT. Telekomunikasi Indonesia sebagai nama perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia.
TELKOM menyediakan jasa telepon tetap kabel (fixed wire line), jasa telepon tetap nirkabel (fixed wireless), jasa telepon bergerak (mobile service), data/internet serta jasa multimedia lainnya.
Perkembangan PT Telkom di Indonesia
1906 Pemerintah Kolonial Belanda membentuk sebuah jawatan yang mengatur
layanan pos dan telekomunikasi yang diberi nama Jawatan Pos, Telegrap dan
Telepon (Post, Telegraph en Telephone Dienst/PTT).
1945 Proklamasi kemerdekaan Indonesia sebagai negara merdeka dan berdaulat, lepas dari pemerintahan Jepang.
1961 Status jawatan diubah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel).
1965 PN Postel dipecah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos & Giro), dan Perusahaan Negara Telekomunikasi (PN Telekomunikasi).
1974 PN Telekomunikasi disesuaikan menjadi Perusahaan Umum Telekomunikasi (Perumtel) yang menyelenggarakan jasa telekomunikasi nasional maupun internasional.
1980 PT Indonesian Satellite Corporation (Indosat) didirikan untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi internasional, terpisah dari Perumtel.
1989 Undang-undang nomor 3/1989 tentang Telekomunikasi, tentang peran serta swasta dalam penyelenggaraan telekomunikasi.
1991 Perumtel berubah bentuk menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) Telekomunikasi Indonesia berdasarkan PP no.25 tahun 1991.
1995 Penawaran Umum perdana saham TELKOM (Initial Public Offering/IPO) dilakukan pada tanggal 14 November 1995. sejak itu saham TELKOM tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Jakarta (BEJ), Bursa Efek Surabaya (BES), New York Stock Exchange (NYSE) dan London Stock Exchange (LSE). Saham TELKOM juga diperdagangkan tanpa pencatatan (Public Offering Without Listing/POWL) di Tokyo Stock Exchange.
1996 Kerja sama Operasi (KSO) mulai diimplementasikan pada 1 Januari 1996 di wilayah Divisi Regional I Sumatra – dengan mitra PT Pramindo Ikat Nusantara (Pramindo); Divisi Regional III Jawa Barat dan Banten – dengan mitra PT Aria West International (AriaWest); Divisi Regional IV Jawa Tengah dan DI Yogyakarta – dengan mitra PT Mitra Global Telekomunikasi Indonesia (MGTI); Divisi Regional VI Kalimantan – dengan mitra PT Dayamitra Telekomunikasi (Dayamitra); dan Divisi Regional VII Kawasan Timur Indonesia – dengan mitra PT Bukaka Singtel.
1999 Undang-undang nomor 36/1999, tentang penghapusan monopoli penyelenggaraan telekomunikasi.
2001 TELKOM membeli 35% saham Telkomsel dari PT Indosat sebagai bagian dari implementasi restrukturisasi industri jasa telekomunikasi di Indonesia, yang ditandai dengan penghapusan kepemilikan bersama dan kepemilikan silang antara TELKOM dengan Indosat. Dengan transaksi ini, TELKOM menguasai 72,72% saham Telkomsel. TELKOM membeli 90,32% saham Dayamitra dan mengkonsolidasikan laporan keuangan Dayamitra ke dalam laporan keuangan TELKOM.
2002 TELKOM membeli seluruh saham Pramindo melalui 3 tahap, yaitu 30% saham pada saat ditandatanganinya perjanjian jual-beli pada tanggal 15 Agustus 2002, 15% pada tanggal 30 September 2003 dan sisa 55% saham pada tanggal 31 Desember 2004. TELKOM menjual 12,72% saham Telkomsel kepada Singapore Telecom, dan dengan demikian TELKOM memiliki 65% saham Telkomsel. Sejak Agustus 2002 terjadi duopoli penyelenggaraan telekomunikasi lokal.
Dalam meningkatkan usahanya serta memberikan proteksi yang sesuai dengan keinginan masyarakat, PT.Telkom telah membuka kantor-kantor Cabang dan Perwakilan yang terdapat di berbagai regional yang terdiri dari : 7 DIVRE yaitu Divre 1 Sumatera, Divre 2 Jakarta, Divre 3 Jawa Barat, Divre 4 Jawa Tengah & DI.Yogyakarta, Divre 5 Jawa Timur, Divre 6 Kalimantan, Divre 7 Kawasan Timur Indonesia.
PT. Telkom Juga mempunyai anak perusahaan seperti, Telkomsel, Telkomvision/Indonusa, Infomedia, Graha Sarana Duta / GSD, Patrakom, Bangtelindo, PT FINNET Indonesia.
Berikut adalah beberapa layanan telekomunikasi TELKOM:
* Telepon
1. Telepon tetap (PSTN), layanan telepon tetap yang hingga kini masih menjadi monopoli TELKOM di Indonesia
2. Telkom Flexi, layanan telepon fixed wireless CDMA
Data/Internet
1. TELKOMNet Instan, layanan akses internet dial up
2. TELKOMNet Astinet, layanan akses internet berlangganan dengan fokus perusahaan
3. Speedy, layanan akses internet dengan kecepatan tinggi (broad band) menggunakan teknologi ADSL
4. e-Business (i-deal, i-manage, i-Settle, i-Xchange, TELKOMWeb Kiostron, TELKOMWeb Plazatron)
5. Solusi Enterprise- INFONET
6. TELKOMLink DINAccess
1945 Proklamasi kemerdekaan Indonesia sebagai negara merdeka dan berdaulat, lepas dari pemerintahan Jepang.
1961 Status jawatan diubah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel).
1965 PN Postel dipecah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos & Giro), dan Perusahaan Negara Telekomunikasi (PN Telekomunikasi).
1974 PN Telekomunikasi disesuaikan menjadi Perusahaan Umum Telekomunikasi (Perumtel) yang menyelenggarakan jasa telekomunikasi nasional maupun internasional.
1980 PT Indonesian Satellite Corporation (Indosat) didirikan untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi internasional, terpisah dari Perumtel.
1989 Undang-undang nomor 3/1989 tentang Telekomunikasi, tentang peran serta swasta dalam penyelenggaraan telekomunikasi.
1991 Perumtel berubah bentuk menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) Telekomunikasi Indonesia berdasarkan PP no.25 tahun 1991.
1995 Penawaran Umum perdana saham TELKOM (Initial Public Offering/IPO) dilakukan pada tanggal 14 November 1995. sejak itu saham TELKOM tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Jakarta (BEJ), Bursa Efek Surabaya (BES), New York Stock Exchange (NYSE) dan London Stock Exchange (LSE). Saham TELKOM juga diperdagangkan tanpa pencatatan (Public Offering Without Listing/POWL) di Tokyo Stock Exchange.
1996 Kerja sama Operasi (KSO) mulai diimplementasikan pada 1 Januari 1996 di wilayah Divisi Regional I Sumatra – dengan mitra PT Pramindo Ikat Nusantara (Pramindo); Divisi Regional III Jawa Barat dan Banten – dengan mitra PT Aria West International (AriaWest); Divisi Regional IV Jawa Tengah dan DI Yogyakarta – dengan mitra PT Mitra Global Telekomunikasi Indonesia (MGTI); Divisi Regional VI Kalimantan – dengan mitra PT Dayamitra Telekomunikasi (Dayamitra); dan Divisi Regional VII Kawasan Timur Indonesia – dengan mitra PT Bukaka Singtel.
1999 Undang-undang nomor 36/1999, tentang penghapusan monopoli penyelenggaraan telekomunikasi.
2001 TELKOM membeli 35% saham Telkomsel dari PT Indosat sebagai bagian dari implementasi restrukturisasi industri jasa telekomunikasi di Indonesia, yang ditandai dengan penghapusan kepemilikan bersama dan kepemilikan silang antara TELKOM dengan Indosat. Dengan transaksi ini, TELKOM menguasai 72,72% saham Telkomsel. TELKOM membeli 90,32% saham Dayamitra dan mengkonsolidasikan laporan keuangan Dayamitra ke dalam laporan keuangan TELKOM.
2002 TELKOM membeli seluruh saham Pramindo melalui 3 tahap, yaitu 30% saham pada saat ditandatanganinya perjanjian jual-beli pada tanggal 15 Agustus 2002, 15% pada tanggal 30 September 2003 dan sisa 55% saham pada tanggal 31 Desember 2004. TELKOM menjual 12,72% saham Telkomsel kepada Singapore Telecom, dan dengan demikian TELKOM memiliki 65% saham Telkomsel. Sejak Agustus 2002 terjadi duopoli penyelenggaraan telekomunikasi lokal.
Dalam meningkatkan usahanya serta memberikan proteksi yang sesuai dengan keinginan masyarakat, PT.Telkom telah membuka kantor-kantor Cabang dan Perwakilan yang terdapat di berbagai regional yang terdiri dari : 7 DIVRE yaitu Divre 1 Sumatera, Divre 2 Jakarta, Divre 3 Jawa Barat, Divre 4 Jawa Tengah & DI.Yogyakarta, Divre 5 Jawa Timur, Divre 6 Kalimantan, Divre 7 Kawasan Timur Indonesia.
PT. Telkom Juga mempunyai anak perusahaan seperti, Telkomsel, Telkomvision/Indonusa, Infomedia, Graha Sarana Duta / GSD, Patrakom, Bangtelindo, PT FINNET Indonesia.
Berikut adalah beberapa layanan telekomunikasi TELKOM:
* Telepon
1. Telepon tetap (PSTN), layanan telepon tetap yang hingga kini masih menjadi monopoli TELKOM di Indonesia
2. Telkom Flexi, layanan telepon fixed wireless CDMA
Data/Internet
1. TELKOMNet Instan, layanan akses internet dial up
2. TELKOMNet Astinet, layanan akses internet berlangganan dengan fokus perusahaan
3. Speedy, layanan akses internet dengan kecepatan tinggi (broad band) menggunakan teknologi ADSL
4. e-Business (i-deal, i-manage, i-Settle, i-Xchange, TELKOMWeb Kiostron, TELKOMWeb Plazatron)
5. Solusi Enterprise- INFONET
6. TELKOMLink DINAccess
Tentang
Telkom Group
Telkom Group
adalah satu-satunya BUMN telekomunikasi serta penyelenggara layanan
telekomunikasi dan jaringan terbesar di Indonesia. Telkom Group melayani jutaan
pelanggan di seluruh Indonesia dengan rangkaian lengkap layanan telekomunikasi
yang mencakup sambungan telepon kabel tidak bergerak dan telepon nirkabel tidak
bergerak, komunikasi seluler, layanan jaringan dan interkoneksi serta layanan
internet dan komunikasi data. Telkom Group juga menyediakan berbagai layanan di
bidang informasi, media dan edutainment, termasuk cloud-based and server-based
managed services, layanan e-Payment dan IT enabler, e-Commerce dan layanan
portal lainnya.
Berikut
penjelasan portofolio bisnis Telkom:
Telecommunication
Telekomunikasi merupakan bagian bisnis legacy Telkom. Sebagai ikon bisnis perusahaan, Telkom melayani sambungan telepon kabel tidak bergerak Plain Ordinary Telephone Service (”POTS”), telepon nirkabel tidak bergerak, layanan komunikasi data, broadband, satelit, penyewaan jaringan dan interkoneksi, serta telepon seluler yang dilayani oleh Anak Perusahaan Telkomsel. Layanan telekomunikasi Telkom telah menjangkau beragam segmen pasar mulai dari pelanggan individu sampai dengan Usaha Kecil dan Menengah (“UKM”) serta korporasi.
Telekomunikasi merupakan bagian bisnis legacy Telkom. Sebagai ikon bisnis perusahaan, Telkom melayani sambungan telepon kabel tidak bergerak Plain Ordinary Telephone Service (”POTS”), telepon nirkabel tidak bergerak, layanan komunikasi data, broadband, satelit, penyewaan jaringan dan interkoneksi, serta telepon seluler yang dilayani oleh Anak Perusahaan Telkomsel. Layanan telekomunikasi Telkom telah menjangkau beragam segmen pasar mulai dari pelanggan individu sampai dengan Usaha Kecil dan Menengah (“UKM”) serta korporasi.
Information
Layanan informasi merupakan model bisnis yang dikembangkan Telkom dalam ranah New Economy Business (“NEB”). Layanan ini memiliki karakteristik sebagai layanan terintegrasi bagi kemudahan proses kerja dan transaksi yang mencakup Value Added Services (“VAS”) dan Managed Application/IT Outsourcing (“ITO”), e-Payment dan IT enabler Services (“ITeS”).
Layanan informasi merupakan model bisnis yang dikembangkan Telkom dalam ranah New Economy Business (“NEB”). Layanan ini memiliki karakteristik sebagai layanan terintegrasi bagi kemudahan proses kerja dan transaksi yang mencakup Value Added Services (“VAS”) dan Managed Application/IT Outsourcing (“ITO”), e-Payment dan IT enabler Services (“ITeS”).
Media
Media merupakan salah satu model bisnis Telkom yang dikembangkan sebagai bagian dari NEB. Layanan media ini menawarkan Free To Air (“FTA”) dan Pay TV untuk gaya hidup digital yang modern.
Media merupakan salah satu model bisnis Telkom yang dikembangkan sebagai bagian dari NEB. Layanan media ini menawarkan Free To Air (“FTA”) dan Pay TV untuk gaya hidup digital yang modern.
Edutainment
Edutainment menjadi salah satu layanan andalan dalam model bisnis NEB Telkom dengan menargetkan segmen pasar anak muda. Telkom menawarkan beragam layanan di antaranya Ring Back Tone (“RBT”), SMS Content, portal dan lain-lain.
Edutainment menjadi salah satu layanan andalan dalam model bisnis NEB Telkom dengan menargetkan segmen pasar anak muda. Telkom menawarkan beragam layanan di antaranya Ring Back Tone (“RBT”), SMS Content, portal dan lain-lain.
Services
Services menjadi salah satu model bisnis Telkom yang berorientasi kepada pelanggan. Ini sejalan dengan Customer Portfolio Telkom kepada pelanggan Personal, Consumer/Home, SME, Enterprise, Wholesale, dan Internasional.
Services menjadi salah satu model bisnis Telkom yang berorientasi kepada pelanggan. Ini sejalan dengan Customer Portfolio Telkom kepada pelanggan Personal, Consumer/Home, SME, Enterprise, Wholesale, dan Internasional.
Sebagai
perusahaan telekomunikasi, Telkom Group terus mengupayakan inovasi di sektor-sektor
selain telekomunikasi, serta membangun sinergi di antara seluruh produk,
layanan dan solusi, dari bisnis legacy sampai New Wave Business. Untuk
meningkatkan business value, pada tahun 2012 Telkom Group mengubah portofolio
bisnisnya menjadi TIMES (Telecommunication, Information, Media Edutainment
& Service). Untuk menjalankan portofolio bisnisnya, Telkom Group memiliki
empat anak perusahaan, yakni PT. Telekomunikasi Indonesia Selular (Telkomsel),
PT. Telekomunikasi Indonesia International (Telin), PT. Telkom Metra dan PT.
Daya Mitra Telekomunikasi (Mitratel).
Visi dan
Misi
Visi
“To become a
leading Telecommunication, Information, Media, Edutainment and Services
(“TIMES”) player in the region”
Misi
- Menyediakan layanan “more for less” TIMES.
- Menjadi model pengelolaan korporasi terbaik di Indonesia.
Corporate
Culture : The
Telkom Way
Basic Belief
: Always The Best
Core Values :
Solid, Speed, Smart
Key
Behaviours :
Imagine, Focus, Action
Inisiatif
Strategis
- Pusat keunggulan.
- Fokus pada portofolio dengan pertumbuhan atau value yang tinggi.
- Percepatan ekspansi internasional.
- Transformasi biaya.
- Pengembangan IDN (id-Access, id-Ring, id-Con).
- Indonesia Digital Solution (“IDS”) – layanan konvergen pada solusi ekosistem digital.
- Indonesia Digital Platfrom (“IDP”) – platform enabler untuk pengembangan ekosistem.
- Eksekusi sistem pengelolaan anak perushaan terbaik.
- Mengelola portofolio melalui BoE dan CRO.
- Meningkatkan sinergi di dalam Telkom Group
Management Team
Dewan Komisaris
1. Jusman Syafii Djamal (President)
Jusman
Syafii Djamal, menjabat Komisaris Utama TELKOM sejak tanggal 17 Desember 2010.
Sebelumnya beliau menjabat beberapa posisi penting, termasuk Menteri
Perhubungan Kabinet Indonesia Bersatu I dari tahun 2007 hingga 2009, Presiden
Direktur (2000-2002) dan Direktur SDM (1998-2000) PT. Dirgantara Indonesia dan
Pimpinan Technical Group dalam penentuan roadmap industri Kamar Dagang
Indonesia (KADIN). Masih menjabat sebagai Komisaris Independen PT Jasa Angkasa Semesta
Tbk yang bergerak dalam bidang layanan bandar udara, Pimpinan Matsuhita Gobel
Foundation dan Anggota Komite Nasional Inovasi Republik Indonesia.
Menyandang
gelar sarjana Aerodinamika dan Desain Pesawat dari Institut Teknologi Bandung
(ITB) tahun 1989, penerima Hak Kekayaan Intelektual berupa paten No. ID 0 021
669 bersama alm Bambang Pamungkas untuk Digital Flight Control System dari
Direktur Jendral HAKI pada tahun 2008 dan menerima penghargaan Ganseha
Pradjamanggala Bhakti Adiutama dari ITB di tahun 2009
2. Johny Swandi Sjam
Johnny
Swandi Sjam menjabat sebagai Komisaris Independen Telkom sejak 1 Januari 2011.
Saat ini juga menjabat sebagai Ketua Komite Tetap Bidang Infrastruktur dan Jasa
Telekomunikasi KADIN Indonesia. Sebelumnya pernah menjabat sebagai Komisaris PT
INTI (2010-2011), Direktur Utama PT Indosat Tbk (2005-2007), Presiden Direktur
Satelindo (2002-2003) dan beberapa jabatan penting lain di entitas anak Indosat
seperti Sisindosat dan Intikom (1997-2002).
Memiliki
gelar Diploma III bidang Ahli Teknik Komputer dari Institut Teknologi Bandung,
Diploma IV bidang Manajemen Industri dari Sekolah Tinggi Manajemen Industri
Departemen Perindustrian, gelar Sarjana bidang Manajemen Informatika dari
Universitas Gunadarma, Jakarta dan gelar Master di bidang Administrasi dan
Kebijakan Bisnis dari Universitas Indonesia, Jakarta.
3. Parikesit Suprapto (Commissioner)
Parikesit
Suprapto menjabat sebagai Komisaris Telkom sejak 11 Mei 2013. Sebelumnya pernah
menjabat sebagai Deputi Bidang Usaha Jasa, Kementerian BUMN (2010-2012), Deputi
Bidang Usaa Industri Perbankan dan Pembiayaan, Kementerian BUMN (2008-2010) dan
Penasihat Ahli Menteri Negara Koperasi dan UKM Bidang Usaha Kecil (2006-2008).
Di lingkungan korporasi antara lain pernah menjabat sebagai Komisaris PT
Indosat Tbk (2011-2012) dan Komisaris PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
Meraih gelar
Sarjana bidang Ekonomi Perusahaan dari Sekolah Tinggi Manajemen Industri
(1980), gelar Master di bidang Economic Development dari Indiana University, AS
(1990) dan gelar doktor di bidang Development Economics dari University of
Notre Dame, Indiana, As (1995).
4. Hadiyanto (Commissioner)
Hadiyanto
menjabat sebagai Komisaris Telkom sejak 11 Mei 2012. Saat ini juga menjabat
sebagai Direktur Jenderal Kekayaan Negara di Kementerian Keuangan RI.
Sebelumnya pernah menjabat antara lain sebagai Kepala Biro Hukum Sekretariat
Jenderal Departemen Keuangan dan Alternate Executive Director World Bank. Di
lingkungan korporasi, pernah menjabat Komisaris Utama PT Garuda Indonesia, Tbk
(2007-2012) dan Komisaris Utama PT Bank Eskpor Indonesia (2007-2009).
Meraih gelar
Sarjana Hukum dari Universitas Padjajaran, Bandung, Master of Law (LLM) dari
Harvard University Law School, AS dan gelar doktor di bidang Ilmu Hukum dari
Universitas Padjajaran, Bandung.
5. Virano Nasution (Commissioner Independent)
Virano Gazi
Nasution menjabat Komisaris Independen Telkom sejak 11 Mei 2012. Sebelumnya
pernah menjabat sebagai Direktur Niaga PT Indonesia Comnet Plus, entitas anak
PT PLN (2009-2012), Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika (2008-2009)
dan Direktur Utama PT Bakrie Telecom Tbk (2001-2005).
Memiliki
latar belakang pendidikan S1 di bidang System Engineering, University of
Arizona dan gelar master di bidang Engineering Economic, Stanford University,
USA.
6. Imam Apriyanto Putro
Imam
Apriyanto Putro menjabat sebagai Komisaris Telkom sejak April 2014. Sebelumnya
pernah menjadi Komisaris PT. Semen Indonesia Tbk. Saat ini menjabat sebagai
Sekretaris Kementerian BUMN. Meraih gelar sarjana dari Fakultas Eknomi
Universitas Diponegoro Semarang, Magister Manajemen dari Institut Bisnis
Indonesia (IBI) Jakarta dan S3 manajemen SDM dari Universitas Negeri Jakarta.
Dewan Direksi
1. Arief Yahya, Direktur Utama
Sebelum
menjadi Direktur Utama, ia merupakan Direktur Enterprise & Wholesale yang
menjabat sejak 24 Juni 2005. Pria kelahiran Banyuwangi, 2 April 1961 ini meraih
gelar Sarjana Bidang Teknik Elektro Telekomunikasi Institut Teknologi Bandung
(1986), dan MSc bidang Telecommunics dari University of Surrey, Inggris (1994).
Bergabung
dengan Telkom sejak 1986, Arief Yahya telah mendapatkan berbagai penugasan,
antara lain Senior Manager Niaga Divisi Regional II (1999 – 2001), General
Manager Kandatel Jakarta Barat (2002 – 2003), Kepala Divisi Regional VI
Kalimantan (2003 – 2004), dan Kepala Divisi Regional V Jawa Timur (2004 –
2005). Beliau juga masih menjadi Ketua Ikatan Alumni Elektro Institut Teknologi
Bandung sejak tahun 2009.
2. Indra Utoyo, Direktur Innovation & Strategic
Portfolio
Bergabung
dengan Telkom sejak 1986, Indra Utoyo sebelumnya mendapatkan penugasan di
berbagai tempat , antara lain Senior General Manager Information System Center.
Indra Utoyo
merupakan salah satu direksi periode sebelumnya yang bertahan. Menjabat
Direktur IT Solution & Supply sejak 28 Pebruari 2007. Pria kelahiran
Bandung 17 Pebruari 1962 ini meraih gelar sarjana bidang Teknik Elektro
Telekomunikasi Intstitut Teknologi Bandung dan gelar Master dalam Communication
and Signal Processing dari Imperial College of Science, Technology and
Medicine, University of London, Inggris.
3. Muhammad Awaluddin, Direktur Enterprise &
Business Service
Bergabung
dengan Telkom sejak 1991, Awaluddin telah mendapatkan penugasan di berbagai
tempat di Telkom, antara lain General Manager Kandatel Bogor, General Manager
Kandatel Jakarta Pusat, Executive General Manager Divre I Sumatera, VP Public
& Marketing Communications dan Executive General Manager Divisi Access.
Sebelumnya
merupakan Direktur Utama PT. Infomedia Nusantara. Pria kelahiran Jakarta 15
Januari 1968 ini meraih gelar sarjana Teknik Elektro dari Universitas Sriwijaya
(1990) dan European University Antwerpen Belgia (1998).
4. Sukardi Silalahi, Direktur Consumer Service
Bergabung
dengan Telkom sejak 1991, Sukardi Silalahi telah mendapatkan penugasan di
berbagai tempat antara lain Executive General Manager Divisi Regional VI
Kalimantan (2008) dan Deputi Executive General Manager Divisi Consumer Service
Barat (2010 – 2011).
Sebelum
terpilih menjadi Direktur Consumer Service, ia merupakan Executive General
Manager Divisi Consumer Service Timur, dan juga anggota Komisaris Telkom
Vision. Pria kelahiran Pangururan 30 Agustus 1965 ini meraih gelar sarjana
Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung (1989).
5. Ririek Adriansyah, Direktur Wholesale &
International Service
Ririek
Adriansyah sebelumnya telah mendapatkan penugasan di berbagai tempat antara
lain Deputy General Manager of International Business Unit Telkom (2005 –
2008), Direktur International Carrier Service Telin (2008 – 2010), dan Direktur
Marketing & Sales Telin (2010 – 2011).
Sebelumnya,
ia merupakan Direktur Utama PT. Telekomunikasi Indonesia International (Telin).
Pria kelahiran Yogyakarta, 2 September 1963 ini meraih gelar Sarjana Teknik
Elektro Telekomunikasi Institut Teknologi Bandung (1988).
6. Honesti Basyir, Direktur Keuangan
Honesti
Basyir telah mendapatkan berbagai penugasan sebelumnya, antara lain Assistant
Vice President Business & Finance Analysis dan Project Controller-1 Project
Management Office.
Sebelum
terpilih sebagai Direktur Keuangan, ia menjabat Vice President Strategic
Business Development Direktorat IT Solution & Strategic Portfolio. Pria
kelahiran Padang 24 Juni 1968 ini meraih gelar sarjana Teknik Industri Institut
Teknologi Bandung (1992), serta S-2 Corporate Finance Sekolah Tinggi Manajemen
Bandung (2004).
7. Priyantono Rudito, Direktur Human Capital
Management
Priyantono
Rudito sebelumnya telah mendapatkan penugasan di berbagai tempat antara lain
staf pengajar pada Institut Teknologi Telekomunikasi (ITT) dan Vice President
Marketing & Customer Care Telkom.
Ia
sebelumnya merupakan Vice President Corporate Strategic Planning Direktorat IT
Solution & Strategic Portfolio. Pria kelahiran Palembang 10 April 1967 ini
meraih gelar sarjana dari Institut Teknologi Bandung, S-2 Master of Business
dari Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT) Australia, dan S-3 Doctor
of Philosophy (PhD) RMIT Australia.
8. Rizkan Chandra, Direktur Network & IT Solution
Rizkan
Chandra sebelumnya telah mendapatkan penugasan di berbagai tempat di Telkom ,
antara lain Kepala Proyek NGN Telkom (2006 – 2007), Vice President
Infrastructure & Service Planning Telkom (2007 – 2008), serta Senior
General Manager Learning Center Telkom (2008 – 2010).
Ia merupakan
direktur termuda di jajaran Direksi Telkom yang baru. Sebelumnya merupakan
Direktur Utama PT. Sigma Cipta Caraka. Pria kelahiran Jakarta, 27 Januari 1969
ini meraih gelar sarjana Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung (1992),
serta Master of Science (MSc) dalam Management of Technology dari National
University of Singapore (2000).
Struktur Perusahaan
SUMBER : http://www.telkom.co.id/tentang-telkom
Tidak ada komentar:
Posting Komentar